"Aaahh, lagi-lagi." kesah Hani di depan Irma sambil menjatuhkan stofmap putih di mejanya.
"Kenapa Han?"
"Capek Ma. Lagi-lagi dimutasi ke bagian baru. Padahal aku sama sekali nggak ngerti tusi bagian tu. Dah itu, duit kosan naik lagi. Sekarang dompetku tipis Ma. Gara-gara kemarin beli HP baru. Fuh, masalah kok nggak rampung-rampung ya Ma?"
"Han, terkadang masalah itu timbul karena kita sendiri yang menjadikan sesuatu hal tu sebagai masalah."
"Maksudnya?"
"Kita sudah men-setting otak kita duluan kalo itu adalah masalah. Padahal, bisa jadi kamu ke bagian baru tu malah dapat ilmu baru, temen baru, trus jangan-jangan malah kamu jadi nyaman di sana. Bahkan, bisa jadi kamu malah nggak mau dipindah. Kalo terkait uang kosan, sabar saja Han. Maklumlah, BBM kan baru aja naik. Aku yakin, rezeki Allah nggak akan nyasar. Dan Allah nggak akan membiarkan hamba-Nya terlantar. Kalo masalah HP, bukannya kamu kemarin bilang kalo HP kamu yang lama rusak. Syukurilah Han dan tetap husnuzhon. Allah nggak akan memberi masalah melebihi kemampuan hamba-Nya. Yang jelas, hidup akan sepi kalo lempeng-lempeng aja Han."
Hening. Tak ada lagi kata keluar dari mulut Hani maupun Irma. Lamat-lamat terdengar suara pelan dari mulut Hani. Istighfar.
tempat penyaluran ide-ide yang menumpuk. supaya otak nggak nge-hang, tensi nggak meninggi, dan hati selalu stabil. jika ada ilmu bermanfaat di dalamnya, semoga bisa berguna bagi semua dan bisa menjadi amal yang terus mengalir untuk saya di akhirat
Monday, 31 August 2015
Tuesday, 30 June 2015
Tuhan 9 cm
Kali ini saya lagi pengen memposting sebuah puisi dari Taufik Ismail. Sebuah puisi tentang hal yang sering menjadi perdebatan bagi mayoritas orang Indonesia. Yaitu tentang rokok. Ya udah nggak perlu lama-lama. Selamat menikmati :-)
Tuhan 9 cm oleh Taufik Ismail
puisi ini saya dedikasikan pada segenap ahli hisap dan calon korban yang semoga tetap menjadi calon korban....
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Tuhan 9 cm oleh Taufik Ismail
puisi ini saya dedikasikan pada segenap ahli hisap dan calon korban yang semoga tetap menjadi calon korban....
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Labels:
makruh,
merokok,
puisi,
rokok,
taufik ismail,
tuhan 9 cm
Monday, 29 June 2015
Gunting
Jarum pendek jam di ruang tengah menunjuk ke angka delapan. Jarum panjangnya berada di antara angka enam dan tujuh. Belum terlalu malam sebenarnya. Yudi dan Aulia pun sama-sama belum mengantuk. Karena terasa sepi, maklum nggak ada TV, Yudi pun mengajak Aulia mengobrol. Ngalor ngidul mereka bicara sampai akhirnya Yudi mengajak Aulia bermain tebak-tebakan.
“Sayang, kalau orang tuna rungu sama tuna wicara minta gunting gimana caranya?”
Aulia memandang langit-langit rumahnya dengan wajah yang terlihat kosong karena bingung. Seolah menemukan sesuatu, Aulia pun berkata, “gini ya, sayang?” sambil menggerakkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk gunting.
“Iya. Betul sekali sayangku. Nah, sekarang kalau orang tuna netra gimana?”
Secara refleks, Aulia pun langsung memperagakannya dengan membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya seperti gunting sambil memejamkan mata. Pecahlah tawa Yudi sampai terguling-guling.
Friday, 26 June 2015
Merdeka Pada Bulan Ramadhan
Indonesia, negeri yang gemah ripah loh jinawi ini menganut dua sistem penanggalan. Yaitu penanggalan dengan peredaran matahari sebagai patokannya, biasa disebut kalender Syamsiyah, dan penanggalan dengan peredaran bulan sebagai patokannya, biasa disebut sebagai kalender Qomariyah.
Berdasarkan kalender Qomariyah, hari ini bertepatan dengan hari Jum'at tanggal 9 Ramadhan 1436 H.
Wednesday, 24 June 2015
Kolaborasi Pengamat dan Komentator
banyak orang yang sering membaca portal berita online. tapi nggak semuanya membaca komentar-komentar di portal berita online tersebut. misalnya di situs berita online yang namanya sama seperti satuan waktu. komentar-komentar pembaca bertebaran di situ. terutama di berita politik, sepakbola, dan gosip artis. gaya bahasanya pun bermacam-macam. dari yang bijak, tenang, netral, provokatif, sampai komentar kasar macam hewan yang menggonggong pun ada.
Labels:
berita online,
komentar,
komentator,
pengamat,
sepakbola,
tv
Monday, 22 June 2015
Kontradiksi
pernah pada suatu akhir pekan saya melihat acara di stasiun TV yang identik dengan angka tujuh. pada saat itu yang ditayangkan adalah acara tentang ruqyah syar'iyah. saya bisa mengambil banyak ilmu dari acara tersebut. dari acara tersebut pula saya jadi mengetahui bagaimana tipu daya jin. setelah acara itu selesai, pada saat itu tangan saya seperti enggan untuk memindah channel TV. berpikir bahwa setelah ini mungkin acaranya bagus, eh ternyata ganti menjadi sebuah acara yang berkaitan dengan mistis. di acara tersebut salah satu MC-nya ada yang kesurupan. tapi kok penanganannya nggak pakai cara ruqyah syar'iyah macam di acara sebelumnya. malah pakai gerakan aneh-aneh.
Monday, 15 June 2015
Akhirnya Balik Juga
Alhamdulillah sekarang saya bisa mulai nulis lagi. Setelah hampir dua tahunan nggak nulis apa-apa di blog ini, akhirnya bisa nulis juga.
Kemarin-kemarin tu lama nggak nulis gara-gara banyak event yang harus dikerjakan. Alhamdulillah ada kerjaan baru juga. Karena saya lulusan sebuah perguruan tinggi kedinasan yang terletak di daerah Bintaro sektor 5 dengan inisial STAN, ya akhirnya saya dipercaya negara ini untuk jadi abdi negara di sebuah kantor di bilangan Lapangan Banteng dengan kode SJ.424 (cari tau sendiri ya.hehe). Karena jadi pegawai baru, banyak kegiatan bermacam-macam terutama yang berhubungan dengan yang namanya orientasi.
Selain itu ada juga event pribadi yang mesti dilakukan sehingga membuat perhatian saya ke blog ini jadi teralihkan. Sekarang saya sudah niat dalam hati saya (masa dalam hatimu?hehe) untuk kembali menulis lagi. Kebetulan permasalahan yang semakin banyak membuat saya harus sering bercerita supaya otak ini nggak overload dan nge-hang.
Akhirul kalam, semoga tulisan-tulisan saya ke depan nantinya bisa bermanfaat ya.
Kemarin-kemarin tu lama nggak nulis gara-gara banyak event yang harus dikerjakan. Alhamdulillah ada kerjaan baru juga. Karena saya lulusan sebuah perguruan tinggi kedinasan yang terletak di daerah Bintaro sektor 5 dengan inisial STAN, ya akhirnya saya dipercaya negara ini untuk jadi abdi negara di sebuah kantor di bilangan Lapangan Banteng dengan kode SJ.424 (cari tau sendiri ya.hehe). Karena jadi pegawai baru, banyak kegiatan bermacam-macam terutama yang berhubungan dengan yang namanya orientasi.
Selain itu ada juga event pribadi yang mesti dilakukan sehingga membuat perhatian saya ke blog ini jadi teralihkan. Sekarang saya sudah niat dalam hati saya (masa dalam hatimu?hehe) untuk kembali menulis lagi. Kebetulan permasalahan yang semakin banyak membuat saya harus sering bercerita supaya otak ini nggak overload dan nge-hang.
Akhirul kalam, semoga tulisan-tulisan saya ke depan nantinya bisa bermanfaat ya.
Friday, 17 May 2013
Cinta Monyet & Cinta Harimau
Suatu hari
sepasang suami istri pergi ke Kebun Binatang. Di sana, keduanya melihat
seekor monyet sedang bermain dengan pasangannya. Seketika sang istri
berkomentar,"Aduhai alangkah indahnya cinta mereka!"Kemudian kedua
sejoli itu berlalu lalu berhenti di depan kandang harimau. Keduanya
menyaksikan seekor harimau jantan duduk termangu, sedang pasangannya,
harimau betina, berada sedikit jauh dari sang jantan. Sang istripun
berkomentar,"Ooh dingin sekali! betapa pilunya kisah cinta mereka!"Sang
suami lalu memberi tanggapan terhadap komentar istrinya seraya berkata,
"Coba lempar harimau betina itu dengan serpihan kaca ini; lihat reaksi
harimau jantan itu." Ketika serpihan kaca dilemparkan ke arah harimau
betina, serta merta si raja hutan itu bangkit meradang dan mengaum
melindungi betinanya.Kemudian sepasang anak Adam 'alaihissalam itu
kembali ke kandang monyet untuk melakukan hal yang sama. Sang istri
melemparkan potongan kaca lain ke arah monyet betina. Ternyata begitu
kaca dilemparkan ke arah sang betina, si monyet jantan spontan lari
pontang-panting menyelamatkan diri sendiri agar tidak terkena lemparan
serupa.Laki-laki itu pun berpetuah kepada istrinya,"Janganlah Adinda
tertipu dengan penampilan orang di depan mata, karena sebagian orang
menipu orang lain dengan sikap manisnya yang palsu, namun ada pula yang
tulus dan menyimpan kejujuran di dalam lubuk hatinya."
copas dari artikel di majalah Qiblati edisi 5 tahun VIII
copas dari artikel di majalah Qiblati edisi 5 tahun VIII
Labels:
betina,
Cinta,
Cinta Monyet,
harimau,
istri,
jantan,
Kebun Binatang,
monyet,
suami
Sunday, 5 May 2013
Guru dan Murid
Pada beberapa hari yang lalu, saya melakukan hal yang menjadi rutinitas selama menunggu penempatan. Yaitu mengantar ibu ke tempat kerjanya di SMAN 1 Pemalang dengan motor. Pada saat berhenti di pertigaan Sirandu, saya melihat seorang siswi SMAN 1 Pemalang sedang naik motor. Siswi tersebut sempat menoleh ke arah saya dan ibu, tapi dia tidak mengucapkan salam ataupun menebar sedikit senyumnya (padahal kalau mau senyum kan bakal kelihatan lebih cantik dek.hehehe). Saya jadi kaget, terpana, dan hampir-hampir tidak percaya saat lihat adegan ini. Sama gurunya sendiri kok gitu.
Saat lampu pertigaan menyala hijau, saya sempet sedikit berbincang dengan ibu. lebih kurangnya begini percakapannya (sebenarnya dalam bahasa Jawa, tapi takutnya ntar malah pada bingung.hehehe).
Saya: "bu, anak sekarang kok kayaknya nggak pada kenal sama gurunya ya?"
Ibu: "iya mas(ini panggilan sayang ibu ke saya). Kebanyakan kalau sama guru yang mengajar di kelasnya atau jurusannya, mereka hormat dan nunduk-nunduk. Tapi kalau sama guru yang nggak mengajar atau beda jurusan ya nggak kenal"
Saya: "wah,kok parah banget ya. Saya saja masih kenal sama guru saya dari SD sampai sekarang. Walaupun nama ada yang lupa, tapi kalau wajah mesti ingat. Dan saya pasti akan kasih senyum ke mereka"
Ibu: "ya gitu lah sekarang. Kalau sama guru yang mengajar kan mereka ada kepentingan nilai. Kalo sama yang nggak ngajar kan nggak ada" (Saya langsung berpikir dalam pikiran, "wah, matre banget kalau gitu")
Saya: "sama gurunya saja gitu. Apalagi sama OB, petugas TU, sama pedagang kantin ya. nggak bisa dibayangkan"
Lalu sampailah kami di depan gerbang SMAN 1 Pemalang. Lalu ibu pun pasti mengucapkan ucapan rutinnya, "Wis sek yo le" (artinya, "udah dulu ya nak") dan saya pun menjawabnya dengan "iyo bu".
Ya begitulah realita yang saya lihat saat ini. Penghormatan siswa pada gurunya sudah berkurang. Sebagian besar menganggap bahwa seorang guru hanya penting untuk mendapatkan nilai, bukan untuk mencari ilmu atau memperbaiki diri. Tapi tidak dipungkiri juga kalau saat ini banyak guru yang kurang bisa untuk dihormati bahkan malah menjadi contoh buruk bagi muridnya. Mereka tidak menjadi seseorang yang bisa digugu(diikuti tutur katanya/ilmunya) dan ditiru. Jamak saat ini guru yang merokok bareng anak didiknya, guru yang hobi buka gambar atau video porno di komputer sekolah, dan ada yang bolos mengajar tanpa alasan.
Agar terjadi sinergi yang baik, tentunya kedua belah pihak harus memperbaiki diri. Para guru harus belajar agar bisa menjadi seseorang yang digugu dan ditiru. Sedangkan para murid harus mengubah mindset-nya tentang sekolah, bahwa sekolah adalah tempat mencari ilmu. Bukan tempat mencari nilai. Karena jika kita menguasai ilmu itu, tentunya nilai akan datang dengan sendirinya.
Semoga hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Saya sangat ingin melihat saat anak-cucu saya bersekolah, murid-muridnya bisa lebih menghargai guru dan menganggapnya sebagai teman belajar, pembimbing akhlak, dan teladan yang baik. Semoga saja, dalam beberapa waktu ke depan juga semakin banyak guru yang baik. Yaitu guru yang bisa bisa dijadikan teladan, sabar dalam membimbing anak didiknya, dan mau memperhatikan akhlak para murid. Tidak hanya menjadi guru yang memberi banyak tugas dan ulangan, marah kalau nilai anak didiknya jelek, tapi sering bolos mengajar. Sebuah harapan yang tidak semu menurut saya.
Saat lampu pertigaan menyala hijau, saya sempet sedikit berbincang dengan ibu. lebih kurangnya begini percakapannya (sebenarnya dalam bahasa Jawa, tapi takutnya ntar malah pada bingung.hehehe).
Saya: "bu, anak sekarang kok kayaknya nggak pada kenal sama gurunya ya?"
Ibu: "iya mas(ini panggilan sayang ibu ke saya). Kebanyakan kalau sama guru yang mengajar di kelasnya atau jurusannya, mereka hormat dan nunduk-nunduk. Tapi kalau sama guru yang nggak mengajar atau beda jurusan ya nggak kenal"
Saya: "wah,kok parah banget ya. Saya saja masih kenal sama guru saya dari SD sampai sekarang. Walaupun nama ada yang lupa, tapi kalau wajah mesti ingat. Dan saya pasti akan kasih senyum ke mereka"
Ibu: "ya gitu lah sekarang. Kalau sama guru yang mengajar kan mereka ada kepentingan nilai. Kalo sama yang nggak ngajar kan nggak ada" (Saya langsung berpikir dalam pikiran, "wah, matre banget kalau gitu")
Saya: "sama gurunya saja gitu. Apalagi sama OB, petugas TU, sama pedagang kantin ya. nggak bisa dibayangkan"
Lalu sampailah kami di depan gerbang SMAN 1 Pemalang. Lalu ibu pun pasti mengucapkan ucapan rutinnya, "Wis sek yo le" (artinya, "udah dulu ya nak") dan saya pun menjawabnya dengan "iyo bu".
Ya begitulah realita yang saya lihat saat ini. Penghormatan siswa pada gurunya sudah berkurang. Sebagian besar menganggap bahwa seorang guru hanya penting untuk mendapatkan nilai, bukan untuk mencari ilmu atau memperbaiki diri. Tapi tidak dipungkiri juga kalau saat ini banyak guru yang kurang bisa untuk dihormati bahkan malah menjadi contoh buruk bagi muridnya. Mereka tidak menjadi seseorang yang bisa digugu(diikuti tutur katanya/ilmunya) dan ditiru. Jamak saat ini guru yang merokok bareng anak didiknya, guru yang hobi buka gambar atau video porno di komputer sekolah, dan ada yang bolos mengajar tanpa alasan.
Agar terjadi sinergi yang baik, tentunya kedua belah pihak harus memperbaiki diri. Para guru harus belajar agar bisa menjadi seseorang yang digugu dan ditiru. Sedangkan para murid harus mengubah mindset-nya tentang sekolah, bahwa sekolah adalah tempat mencari ilmu. Bukan tempat mencari nilai. Karena jika kita menguasai ilmu itu, tentunya nilai akan datang dengan sendirinya.
Semoga hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Saya sangat ingin melihat saat anak-cucu saya bersekolah, murid-muridnya bisa lebih menghargai guru dan menganggapnya sebagai teman belajar, pembimbing akhlak, dan teladan yang baik. Semoga saja, dalam beberapa waktu ke depan juga semakin banyak guru yang baik. Yaitu guru yang bisa bisa dijadikan teladan, sabar dalam membimbing anak didiknya, dan mau memperhatikan akhlak para murid. Tidak hanya menjadi guru yang memberi banyak tugas dan ulangan, marah kalau nilai anak didiknya jelek, tapi sering bolos mengajar. Sebuah harapan yang tidak semu menurut saya.
Friday, 3 May 2013
Uang dan Persaudaraan
Uang memang barang yang penting dalam kehidupan. Tanpa uang, kita biasanya akan kebingungan dan mendadak pusing. Tapi kita juga harus ingat bahwa uang bukanlah segalanya. Manusia tidak akan mati tanpa uang. Jika manusia mau memutar otaknya serta menggerakkan tubuhnya, manusia tidak akan kebingungan dan pusing tanpa uang. Karena Allah-lah yang memberi rizki untuk semua makhluk ciptaan-Nya. Bahkan seekor cicak tak bersayap yang ditakdirkan Allah untuk makan nyamuk pun bisa tetap bertahan hidup dan berzikir pada-Nya.
Uang itu bagaikan pisau bermata dua, bisa bermanfaat bahkan berpahala jika dimanfaatkan untuk hal yang baik. Tapi juga bisa merugikan dan bahkan menjadi dosa bagi pemiliknya. Jika uang digunakan untuk bersedekah fi sabilillah, tentunya itu akan bermanfaat dan menjadi berpahala untuk pelakunya. Jika uang digunakan untuk menafkahi keluarga, tentunya juga bermanfaat dan berpahala di mata Allah. Itulah manfaat uang. Namun, sering saya lihat kalau uang itu malah membuat pemiliknya merugi, kebingungan, dan bahkan menjadi penyebab pemiliknya mendapatkan dosa. Terutama dalam masalah hutang piutang.
Masalah hutang piutang memang sangatlah rumit. Sampai-sampai Allah menurunkan ayat khusus di Al-Qur'an tentang hutang piutang. Diharapkan bagi umat Islam tidak terjebak dalam perkara ini. Sayangnya, pada dunia nyata dan kehidupan bermasyarakat sering ditemukan masalah tentang hal ini. Masalah itu kebanyakan timbul dari sifat dasar manusia itu sendiri yang selalu mau enaknya tapi tidak mau menanggung resikonya. Contohnya, pada waktu berhutang, mereka memaksa-maksa dan memelas pada calon pemberi hutang. Tapi ketika sudah jatuh tempo pengembalian, si penghutang tidak amanah dan selalu mencari-cari alasan agar pembayarannya bisa mundur. Karena sampai berlarut-larut, akhirnya si pemberi hutang pun marah dan hubungan silaturahmi antara penghutang dan pemberi hutang pun putus.
Hal ini jamak terjadi sekarang. Sering kita lihat dua orang yang pada awalnya sahabat dekat jadi tidak pernah bertegur sapa gara-gara masalah hutang piutang. Dua orang yang masih satu keluarga jadi bertengkar gara-gara hutang yang tidak dibayar. Yang lebih parah lagi, ada yang bunuh-bunuhan gara masalah hutang dan bisnis (Na'udzubillah!).
Itulah sebabnya kita harus berhati-hati tentang masalah ini. Dalam Al-Baqarah ayat 282, kita bisa meminimalisasi masalah ini dengan melakukan pencatatan atau saat ini kita menyebutnya dengan pembukuan atau akuntansi. Dengan mencatat hutang piutang, kita punya bukti yang kuat tentang hutang piutang kita. Jadi jika salah satu pihak ingkar janji, kita bisa menuntutnya ke jalur hukum karena kita punya bukti yang kuat. Cara kedua, kita bisa meminta barang jaminan dari orang yang akan berhutang. Apabila orang tersebut ingkar, kita bisa memanfaatkan barang jaminan tersebut.
Semoga kita selalu berhati-hati dalam masalah yang berkaitan dengan uang. Karena uang memang tidak mengenal saudara. Apalagi teman atau sahabat.
Uang itu bagaikan pisau bermata dua, bisa bermanfaat bahkan berpahala jika dimanfaatkan untuk hal yang baik. Tapi juga bisa merugikan dan bahkan menjadi dosa bagi pemiliknya. Jika uang digunakan untuk bersedekah fi sabilillah, tentunya itu akan bermanfaat dan menjadi berpahala untuk pelakunya. Jika uang digunakan untuk menafkahi keluarga, tentunya juga bermanfaat dan berpahala di mata Allah. Itulah manfaat uang. Namun, sering saya lihat kalau uang itu malah membuat pemiliknya merugi, kebingungan, dan bahkan menjadi penyebab pemiliknya mendapatkan dosa. Terutama dalam masalah hutang piutang.
Masalah hutang piutang memang sangatlah rumit. Sampai-sampai Allah menurunkan ayat khusus di Al-Qur'an tentang hutang piutang. Diharapkan bagi umat Islam tidak terjebak dalam perkara ini. Sayangnya, pada dunia nyata dan kehidupan bermasyarakat sering ditemukan masalah tentang hal ini. Masalah itu kebanyakan timbul dari sifat dasar manusia itu sendiri yang selalu mau enaknya tapi tidak mau menanggung resikonya. Contohnya, pada waktu berhutang, mereka memaksa-maksa dan memelas pada calon pemberi hutang. Tapi ketika sudah jatuh tempo pengembalian, si penghutang tidak amanah dan selalu mencari-cari alasan agar pembayarannya bisa mundur. Karena sampai berlarut-larut, akhirnya si pemberi hutang pun marah dan hubungan silaturahmi antara penghutang dan pemberi hutang pun putus.
Hal ini jamak terjadi sekarang. Sering kita lihat dua orang yang pada awalnya sahabat dekat jadi tidak pernah bertegur sapa gara-gara masalah hutang piutang. Dua orang yang masih satu keluarga jadi bertengkar gara-gara hutang yang tidak dibayar. Yang lebih parah lagi, ada yang bunuh-bunuhan gara masalah hutang dan bisnis (Na'udzubillah!).
Itulah sebabnya kita harus berhati-hati tentang masalah ini. Dalam Al-Baqarah ayat 282, kita bisa meminimalisasi masalah ini dengan melakukan pencatatan atau saat ini kita menyebutnya dengan pembukuan atau akuntansi. Dengan mencatat hutang piutang, kita punya bukti yang kuat tentang hutang piutang kita. Jadi jika salah satu pihak ingkar janji, kita bisa menuntutnya ke jalur hukum karena kita punya bukti yang kuat. Cara kedua, kita bisa meminta barang jaminan dari orang yang akan berhutang. Apabila orang tersebut ingkar, kita bisa memanfaatkan barang jaminan tersebut.
Semoga kita selalu berhati-hati dalam masalah yang berkaitan dengan uang. Karena uang memang tidak mengenal saudara. Apalagi teman atau sahabat.
Thursday, 2 May 2013
Hikmah All Germany Final di Liga Champions 2013
Leg kedua semifinal Liga Champions tahun 2013 ini menghasilkan dua tim asal Jerman yang akan beradu di stadion Wembley pada tanggal 25 Mei 2013. Kedua tim tersebut adalah Borussia Dortmund dan Bayern Munchen. Kedua tim tersebut masuk ke final setelah mengalahkan masing-masing lawannya yang merupakan dua tim asal Spanyol. Yaitu Real Madrid dan Barcelona. Dortmund walaupun pada leg kedua kalah 2-0 dari Real Madrid, tetapi mereka tetap berhak lolos karena pada leg pertama mereka menang 4-1 sehingga secara agregat mereka unggul 4-3. Sedangkan Bayern Munchen dengan meyakinkan menggilas rata Barcelona di leg pertama dan kedua dengan 4-0 dan 3-0 sehingga secara agregat mereka unggul 7-0.
Menurut saya, hasil semifinal leg kedua ini bukan semata kemenangan Munchen atau Dortmund. Tapi ini adalah kemenangan Jerman secara telak. Terutama kemenangan federasi sepakbola-nya. Setelah hasil memalukan di Euro 2000, Jerman berbenah dengan mereformasi banyak hal. Terutama dalam sistem pembinaannya. Kenapa sistem pembinaannya, Jerman belajar dari hasil memalukan Euro 2000 tersebut. Pada Euro 2000, Jerman masih memainkan pemain yang sudah uzur dalam olahraga sepakbola seperti Lothar Matthaus, Oliver Bierhoff, dan lain-lain. Hasil dari penggunaan pemain tua tersebut adalah kegagalan total. Pada fase grup, Jerman menjadi juru kunci tanpa meraih satu pun kemenangan. Setelah itu federasi sepakbola Jerman merubah aturan tentang pembinaan. Salah satu aturannya adalah klub yang bermain di Bundesliga 1 dan Bundesliga 2 harus memiliki akademi sepakbola dan di akademi sepakbola tersebut harus memiliki minimal 12 pemain Jerman di semua kelompok umur. Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat artikel http://bola.kompas.com/read/2013/02/21/11470526/Jerman.Belajar.dari.Kekalahan
Hasil dari reformasi tersebut sudah terlihat sejak Euro 2008. Pada saat itu Jerman sudah mendapatkan prestasi bagus dengan menjadi finalis Euro 2008. Lalu pada Piala Dunia 2010, mereka menjadi semifinalis. Kemudian pada Euro 2012 mereka menjadi semifinalis. Sebuah hasil reformasi yang bisa dibilang cepat.
Kita bisa mengambil hikmah dari hal ini. Dalam menjalankan organisasi, kita tidak boleh lupa akan kaderisasi. Karena kaderisasi adalah salah satu faktor penentu keberlangsungan dan keberhasilan sebuah organisasi. Pada saat ini, jamak kita lihat bahwa organisasi-organisasi massa kurang memperhatikan kaderisasi. Contohnya adalah partai politik yang akan tampil 2013 nanti. Mereka banyak yang mencari caleg yang berasal dari kalangan artis. Hal ini cukup membuktikan jika mereka tidak percaya terhadap diri mereka sendiri dan juga memperlihatkan bahwa kaderisasi partai tidak berjalan dengan baik.
Begitu pula dalam kehidupan, jika kita ingin Islam tetap berjaya, mau tidak mau kita juga harus memperhatikan masalah kaderisasi. Kita harus memperhatikan generasi muda dan mempersiapkannya agar bisa menjadi kader Islam yang baik. Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam telah mengajarkannya pada kita untuk mempersiapkan anak-anak kita. Salah satunya dalam beberapa hadits adalah mengajarkan sholat sejak usia 7 tahun, mengajari berenang, memanah, bergulat, dan berkuda, serta mengajarkan tentang keesaan Allah sejak kecil. Hasil dari kaderisasi Islam yang hebat bisa terlihat dengan suksesnya kekhalifahan Umawiyah dan Abbasiyah. Pada saat itu, Islam mampu menyebar dari Indonesia sampai dengan Andalusia(Spanyol). Saat itu, ilmu pengetahuan pun berkembang pesat. Mulai dari ilmu kedokteran, ilmu politik, ilmu sejarah, ilmu teknik, dan lain-lain.
Kalau kita mengabaikan masalah kaderisasi, hasilnya bisa kita lihat saat ini. Banyak anak kecil yang lebih hafal lagu-lagu cinta daripada surat Al-Maa'un, pacar lebih dipentingkan daripada orang tua (udah dosa, nambah lagi dosa lain), bahkan ada yang sampai mempermainkan gerakan Sholat dan mengunggahnya ke dunia maya. Mungkin cukuplah generasi seperti itu saat ini. Semoga ke depannya akan ada generasi baru yang jauh lebih baik daripada generasi sekarang. Jangan sampai ke depannya ada orang tua yang mengaku Islam tapi tidak hafal Al-Fatihah.
Menurut saya, hasil semifinal leg kedua ini bukan semata kemenangan Munchen atau Dortmund. Tapi ini adalah kemenangan Jerman secara telak. Terutama kemenangan federasi sepakbola-nya. Setelah hasil memalukan di Euro 2000, Jerman berbenah dengan mereformasi banyak hal. Terutama dalam sistem pembinaannya. Kenapa sistem pembinaannya, Jerman belajar dari hasil memalukan Euro 2000 tersebut. Pada Euro 2000, Jerman masih memainkan pemain yang sudah uzur dalam olahraga sepakbola seperti Lothar Matthaus, Oliver Bierhoff, dan lain-lain. Hasil dari penggunaan pemain tua tersebut adalah kegagalan total. Pada fase grup, Jerman menjadi juru kunci tanpa meraih satu pun kemenangan. Setelah itu federasi sepakbola Jerman merubah aturan tentang pembinaan. Salah satu aturannya adalah klub yang bermain di Bundesliga 1 dan Bundesliga 2 harus memiliki akademi sepakbola dan di akademi sepakbola tersebut harus memiliki minimal 12 pemain Jerman di semua kelompok umur. Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat artikel http://bola.kompas.com/read/2013/02/21/11470526/Jerman.Belajar.dari.Kekalahan
Hasil dari reformasi tersebut sudah terlihat sejak Euro 2008. Pada saat itu Jerman sudah mendapatkan prestasi bagus dengan menjadi finalis Euro 2008. Lalu pada Piala Dunia 2010, mereka menjadi semifinalis. Kemudian pada Euro 2012 mereka menjadi semifinalis. Sebuah hasil reformasi yang bisa dibilang cepat.
Kita bisa mengambil hikmah dari hal ini. Dalam menjalankan organisasi, kita tidak boleh lupa akan kaderisasi. Karena kaderisasi adalah salah satu faktor penentu keberlangsungan dan keberhasilan sebuah organisasi. Pada saat ini, jamak kita lihat bahwa organisasi-organisasi massa kurang memperhatikan kaderisasi. Contohnya adalah partai politik yang akan tampil 2013 nanti. Mereka banyak yang mencari caleg yang berasal dari kalangan artis. Hal ini cukup membuktikan jika mereka tidak percaya terhadap diri mereka sendiri dan juga memperlihatkan bahwa kaderisasi partai tidak berjalan dengan baik.
Begitu pula dalam kehidupan, jika kita ingin Islam tetap berjaya, mau tidak mau kita juga harus memperhatikan masalah kaderisasi. Kita harus memperhatikan generasi muda dan mempersiapkannya agar bisa menjadi kader Islam yang baik. Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam telah mengajarkannya pada kita untuk mempersiapkan anak-anak kita. Salah satunya dalam beberapa hadits adalah mengajarkan sholat sejak usia 7 tahun, mengajari berenang, memanah, bergulat, dan berkuda, serta mengajarkan tentang keesaan Allah sejak kecil. Hasil dari kaderisasi Islam yang hebat bisa terlihat dengan suksesnya kekhalifahan Umawiyah dan Abbasiyah. Pada saat itu, Islam mampu menyebar dari Indonesia sampai dengan Andalusia(Spanyol). Saat itu, ilmu pengetahuan pun berkembang pesat. Mulai dari ilmu kedokteran, ilmu politik, ilmu sejarah, ilmu teknik, dan lain-lain.
Kalau kita mengabaikan masalah kaderisasi, hasilnya bisa kita lihat saat ini. Banyak anak kecil yang lebih hafal lagu-lagu cinta daripada surat Al-Maa'un, pacar lebih dipentingkan daripada orang tua (udah dosa, nambah lagi dosa lain), bahkan ada yang sampai mempermainkan gerakan Sholat dan mengunggahnya ke dunia maya. Mungkin cukuplah generasi seperti itu saat ini. Semoga ke depannya akan ada generasi baru yang jauh lebih baik daripada generasi sekarang. Jangan sampai ke depannya ada orang tua yang mengaku Islam tapi tidak hafal Al-Fatihah.
Menjadi Terlihat atau Tersembunyi
Saya sering merasa heran ketika melihat acara di tv. Terutama pada acara pencarian bakat. Di situ terlihat banyak sekali orang yang berpenampilan heboh dan malah aneh menurut saya. Kebanyakan dari mereka memiliki tujuan untuk dikenal banyak orang. Mungkin itu adalah suatu hal yang wajar di saat ini. Tapi entah kenapa saya merasa aneh. Mungkin karena prinsip saya yang berbeda dengan sebagian besar dari mereka. Memang benar, menjadi terkenal adalah hal yang menyenangkan. Orang-orang jadi mengelu-elukan, banyak yang menyapa, bahkan hal remeh yang dimiliki pun menjadi hal yang berharga di mata orang lain terutama yang jadi penggemar.
Jujur saja, saya pribadi bukanlah orang yang ingin dikenal. Saya malah sangat suka mengenal orang banyak tanpa mereka harus mengenal saya. Apalagi orang yang baru saya temui. Saya lebih memilih menjadi seseorang yang tak terlihat. Dengan ke-tidak terlihat-an tersebut, saya malah jadi lebih mengerti banyak hal. Sebagaimana seorang intelijen, saya sering mengetahui banyak informasi dari pihak luar dan mengolahnya untuk berbagai tujuan yang saya inginkan. Contohnya, dengan ke-tidak terlihat-an tersebut saya bisa menenangkan gejolak yang pernah terjadi di keluarga saya (maaf tidak bisa saya ceritakan lebih detail karena menurut saya ini adalah suatu hal yang tidak perlu diceritakan secara detail kepada khalayak ramai). Saya melakukannya dengan menjadi seorang pendengar untuk kedua belah pihak dan lalu saya simpulkan masalahnya. Kemudian saya mencoba menenangkan kedua belah pihak dengan cara saya.
Dengan ke-tidak terlihat-an tersebut, saya juga bisa bebas keluar masuk kemanapun. Bahkan, saya bisa bergaul dengan dua orang yang berbeda ideologi sama sekali (misal, orang ber-ideologi liberal dan yang ber-ideologi sosialis). Alhamdulillah, hasil pergaulan tersebut menimbulkan hal yang baik untuk saya. Saya bisa memilah mana hal yang tepat dan akhirnya pencarian tersebut memang kembali kepada hal yang sudah saya kenal sejak lama. Yaitu Islam. Pada awalnya memang saya menjadi terombang-ambing dan sempat tersesat. Tapi memang saya ditakdirkan Allah untuk kembali dan itulah kenapa saya mengucap syukur kepada Allah.
Yang jelas, menjadi terkenal atau tidak, jadilah manusia yang bertanggung jawab. Janganlah dengan keterkenalan kita malah melakukan hal yang buruk. Misalnya, berpendapat bahwa seks bebas itu halal, homoseks dan lesbian tidak berdosa, atau malah melakukan hal nyeleneh yang bertentangan dengan norma-norma. Berilah contoh dengan keterkenalan. Sedangkan yang tidak (ingin) terkenal atau tidak (ingin) terlihat, jadilah seorang tidak terlihat yang baik. Karena terkadang seekor semut bisa mengagetkan seorang manusia ketika ia menggigit.
Jujur saja, saya pribadi bukanlah orang yang ingin dikenal. Saya malah sangat suka mengenal orang banyak tanpa mereka harus mengenal saya. Apalagi orang yang baru saya temui. Saya lebih memilih menjadi seseorang yang tak terlihat. Dengan ke-tidak terlihat-an tersebut, saya malah jadi lebih mengerti banyak hal. Sebagaimana seorang intelijen, saya sering mengetahui banyak informasi dari pihak luar dan mengolahnya untuk berbagai tujuan yang saya inginkan. Contohnya, dengan ke-tidak terlihat-an tersebut saya bisa menenangkan gejolak yang pernah terjadi di keluarga saya (maaf tidak bisa saya ceritakan lebih detail karena menurut saya ini adalah suatu hal yang tidak perlu diceritakan secara detail kepada khalayak ramai). Saya melakukannya dengan menjadi seorang pendengar untuk kedua belah pihak dan lalu saya simpulkan masalahnya. Kemudian saya mencoba menenangkan kedua belah pihak dengan cara saya.
Dengan ke-tidak terlihat-an tersebut, saya juga bisa bebas keluar masuk kemanapun. Bahkan, saya bisa bergaul dengan dua orang yang berbeda ideologi sama sekali (misal, orang ber-ideologi liberal dan yang ber-ideologi sosialis). Alhamdulillah, hasil pergaulan tersebut menimbulkan hal yang baik untuk saya. Saya bisa memilah mana hal yang tepat dan akhirnya pencarian tersebut memang kembali kepada hal yang sudah saya kenal sejak lama. Yaitu Islam. Pada awalnya memang saya menjadi terombang-ambing dan sempat tersesat. Tapi memang saya ditakdirkan Allah untuk kembali dan itulah kenapa saya mengucap syukur kepada Allah.
Yang jelas, menjadi terkenal atau tidak, jadilah manusia yang bertanggung jawab. Janganlah dengan keterkenalan kita malah melakukan hal yang buruk. Misalnya, berpendapat bahwa seks bebas itu halal, homoseks dan lesbian tidak berdosa, atau malah melakukan hal nyeleneh yang bertentangan dengan norma-norma. Berilah contoh dengan keterkenalan. Sedangkan yang tidak (ingin) terkenal atau tidak (ingin) terlihat, jadilah seorang tidak terlihat yang baik. Karena terkadang seekor semut bisa mengagetkan seorang manusia ketika ia menggigit.
Friday, 12 April 2013
Hikmah Semifinalis Liga Champion
Semifinal Liga Champion untuk tahun 2013 ini menghasilkan 2 klub asal Jerman dan 2 klub asal Spanyol. Mereka adalah Bayern Munchen, Borussia Dortmund, Real Madrid, dan Barcelona. Menurut saya, hasil tersebut adalah pertanda kemenangan sistem pembinaan berkelanjutan yang dipadu dengan kekuatan keuangan. Keempat tim tersebut memiliki pemain asli binaan atau dikembangkan oleh klub mereka sendiri. Di Bayern Munchen kita bisa melihat Schweinsteiger, Mueller, dan Badstuber. Di Borussia Dortmund diantaranya ada Schmelzer, Goetze, dan Gundogan. Lalu di Real Madrid ada Casillas,Morata, dan Nacho. Sedangkan di Barcelona ada Xavi, Messi, dan Pedro. Lalu dari kondisi keuangan, kita juga bisa melihat kalau Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen berada di daftar 10 klub terkaya di dunia. Itu sebabnya mereka bisa membeli pemain berkualitas macam Christiano Ronaldo, Kaka, dan Benzema (Real Madrid), Dani Alves, David Villa, Alexis Sanchez (Barcelona), dan Robben, Ribery, dan Neuer (Bayern Munchen). Borussia Dortmund memang tidak termasuk 10 klub terkaya, tetapi dengan penggunaan pemain yang sebagian besar adalah produk binaan mereka sendiri, mereka bisa melakukan efisiensi yang tinggi sehingga kondisi keuangan mereka stabil.
Ada hikmah yang bisa kita ambil dari hal ini. Karena seperti yang kita tahu bahwa Allah tidak akan menciptakan apa-apa yang ada di dunia ini tidaklah sia-sia. Diantaranya adalah hikmah untuk klub-klub sepakbola yang ada di Indonesia ini agar mereka bisa meniru yang baik dalam manajemen pengelolaan klub dan membuang yang buruk. Sedangkan untuk saya sendiri, hikmahnya adalah saya harus memperbaiki manajemen keuangan saya. Karena jika kita memiliki manajemen keuangan yang baik, semua hal yang akan kita lakukan insya Allah akan berjalan dengan baik. Misalnya, jika kita ingin punya rumah padahal gaji kita tidaklah besar. Kita harus mengatur keuangan kita terutama dalam hal pengeluaran. Kurangi boros dalam berbelanja, hambat keinginan membeli gadget baru kalau milik kita saat ini masih bagus, sisihkan sebagian penghasilan untuk kredit rumah dengan beban yang tidak besar, cari penghasilan tambahan lain, dan cara-cara lainnya yang tentunya akan sangat banyak jika kita mau memutar otak kita.Tapi kita jangan pernah berprinsip jika uang adalah segala-galanya. Uang itu hanyalah salah satu hal penting yang harus kita miliki tapi tanpa uang bukanlah akhir segalanya.
Hikmah lain yang bisa saya ambil adalah jika kita ingin kebiasaan baik menyebarluas, maka mulailah kepada anak-anak kecil. Cara tersebut lebih efektif daripada cara konvensional (berdakwah atau berorasi langsung kepada orang yang sudah dewasa). Seperti yang sudah pernah saya dengar, bahwa Barcelona dengan permainan Tiki-Taka-nya memang sudah dipraktekkan sejak di akademi sepakbola mereka. Itu sebabnya pemain senior mereka sudah fasih memainkan pola permainan ini dengan baik dan bahkan itu bukan lagi gerak yang dipikirkan. Bisa jadi itu sudah menjadi gerak refleks yang secara otomatis akan mereka lakukan ketika mereka bermain sepakbola. Saya berpikir jika kita menanamkan hal yang sama kepada anak kecil, maka mereka juga akan mengikuti apa yang ditanam sejak kecil tersebut sampai mereka dewasa. Hal ini saya alami sendiri dalam banyak hal. Contohnya adalah kebiasaan saya mengucapkan salam sebelum masuk rumah orang lain saat bertamu dan jika si pemilik tidak menyuruh masuk, maka saya akan tetap berada di luar. Kebiasaan tersebut saya lakukan sampai saat ini. Bahkan saya pernah merasa sangat bersalah karena suatu saat saya pernah tidak sengaja masuk langsung ke rumah sebelum si pemilik rumah tersebut mempersilahkan gara-gara saya salah dengar kalimatnya.
Ya, inilah pendapat saya kalo ada hikmah yang lain, bagi-bagi dong. Biar kita bisa saling mengambil hikmah.
Ada hikmah yang bisa kita ambil dari hal ini. Karena seperti yang kita tahu bahwa Allah tidak akan menciptakan apa-apa yang ada di dunia ini tidaklah sia-sia. Diantaranya adalah hikmah untuk klub-klub sepakbola yang ada di Indonesia ini agar mereka bisa meniru yang baik dalam manajemen pengelolaan klub dan membuang yang buruk. Sedangkan untuk saya sendiri, hikmahnya adalah saya harus memperbaiki manajemen keuangan saya. Karena jika kita memiliki manajemen keuangan yang baik, semua hal yang akan kita lakukan insya Allah akan berjalan dengan baik. Misalnya, jika kita ingin punya rumah padahal gaji kita tidaklah besar. Kita harus mengatur keuangan kita terutama dalam hal pengeluaran. Kurangi boros dalam berbelanja, hambat keinginan membeli gadget baru kalau milik kita saat ini masih bagus, sisihkan sebagian penghasilan untuk kredit rumah dengan beban yang tidak besar, cari penghasilan tambahan lain, dan cara-cara lainnya yang tentunya akan sangat banyak jika kita mau memutar otak kita.Tapi kita jangan pernah berprinsip jika uang adalah segala-galanya. Uang itu hanyalah salah satu hal penting yang harus kita miliki tapi tanpa uang bukanlah akhir segalanya.
Hikmah lain yang bisa saya ambil adalah jika kita ingin kebiasaan baik menyebarluas, maka mulailah kepada anak-anak kecil. Cara tersebut lebih efektif daripada cara konvensional (berdakwah atau berorasi langsung kepada orang yang sudah dewasa). Seperti yang sudah pernah saya dengar, bahwa Barcelona dengan permainan Tiki-Taka-nya memang sudah dipraktekkan sejak di akademi sepakbola mereka. Itu sebabnya pemain senior mereka sudah fasih memainkan pola permainan ini dengan baik dan bahkan itu bukan lagi gerak yang dipikirkan. Bisa jadi itu sudah menjadi gerak refleks yang secara otomatis akan mereka lakukan ketika mereka bermain sepakbola. Saya berpikir jika kita menanamkan hal yang sama kepada anak kecil, maka mereka juga akan mengikuti apa yang ditanam sejak kecil tersebut sampai mereka dewasa. Hal ini saya alami sendiri dalam banyak hal. Contohnya adalah kebiasaan saya mengucapkan salam sebelum masuk rumah orang lain saat bertamu dan jika si pemilik tidak menyuruh masuk, maka saya akan tetap berada di luar. Kebiasaan tersebut saya lakukan sampai saat ini. Bahkan saya pernah merasa sangat bersalah karena suatu saat saya pernah tidak sengaja masuk langsung ke rumah sebelum si pemilik rumah tersebut mempersilahkan gara-gara saya salah dengar kalimatnya.
Ya, inilah pendapat saya kalo ada hikmah yang lain, bagi-bagi dong. Biar kita bisa saling mengambil hikmah.
Thursday, 3 January 2013
Ringkasan Budaya Tionghoa
Tidak bisa dipungkiri lagi jika Indonesia dan China memang
memiliki hubungan yang baik. Hubungan baik tersebut tidak hanya dimulai dari
sekarang. Hubungan baik tersebut -menurut beberapa sejarahwan- sudah dimulai
sejak zaman pra-sejarah. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa penduduk asli
yang mendiami nusantara ini berasal dari China (lebih tepatnya dari daerah
Yunnan).
Agar hubungan baik tersebut tetap terjaga, tentu kita harus
saling memahami budaya masing-masing. Jadi saya akan menuliskan sedikit
pengetahuan yang saya dapat tentang suku Tionghoa. Pengetahuan ini saya dapat
dari mata kuliah budaya nusantara di kampus dan pergaulan saya sendiri dengan
beberapa orang suku tersebut. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan jika ada
kesalahan saya mohon koreksinya J
BUDAYA SUKU TIONGHOA
1.
Sejarah
Kata Tionghoa berasal dari kata 中华 (zhong hua => dibaca cung hua) yang artinya
adalah bangsa tengah. Berdasarkan berita China yang ditulis oleh Fa Hian dan I
Ching disebutkan bahwa sejak sekitar abad ke 4 M banyak orang China yang datang
ke Indonesia. Mereka ada yang datang untuk mengunjungi kerajaan Sriwijaya untuk
belajar agama Budha, kerajaan Tarumanegara (disebut To-lo-mo dalam bahasa
mandarin), kerajaan Kalingga yang diperintah oleh ratu Sima (untuk berguru
agama Budha dengan Jnabhadra), dan berdagang dengan beberapa kerajaan yang ada
di nusantara. Bahkan pada zaman Kubilai Khan pernah dikirim pasukan ke daerah Jawa
Timur untuk menghukum raja Jawa (yang dimaksud adalah Kertanegara. Tetapi karena
terjadi pemberontakan oleh Jayakatwang, akhirnya dimanfaatkan oleh raden Wijaya
untuk mengalahkan Jayakatwang dan membentuk kerajaan baru yaitu kerajaan Majapahit).
2.
Lokasi
Di Indonesia, suku Tionghoa sebenarnya menyebar di hampir seluruh daerah.
hal ini dibuktikan dengan adanya kampung pecinan/kampung china di hampir setiap
kecamatan di Indonesia. tetapi ada daerah dengan konsentrasi yang cukup besar. Daerah
tersebut adalah Jawa, Kalimantan Barat, Sumatra, Bangka-Belitung, dan Sulawesi
Selatan.
3.
Mata pencaharian
Mata pencaharian suku Tionghoa sangat bervariasi. Ada yang petani,
peternak, pegawai pemerintahan, guru, dan lainnya. Tetapi kebanyakan suku
Tionghoa adalah pedagang yang ulung. Mereka adalah orang yang sangat ulet dan
tidak pernah kenal lelah saat bekerja. Menurut mitos yang pernah saya dengar
dari bu Woro Aryandini (dosen Budaya Nusantara saya), orang China rajin bekerja
karena takut dihukum dewa. Karena pada zaman dahulu, nenek moyang orang China
pernah dihukum dewa dengan dipisahkan. Akhirnya si nenek moyang pun bekerja
dengan giat. Lalu, sekian lama tidak bertemu menimbulkan rasa rindu di dada si
nenek moyang. Akhirnya mereka pun menyuap dewa dengan makanan kesukaan dewa, yaitu
kuaci, agar mereka bisa bertemu lagi. Itulah sebabnya orang China banyak yang
sukses di usahanya. Karena mereka tidak segan-segan untuk menyuap penguasa agar
bisnis mereka lancar. Hal ini bisa kita lihat pada film-film China seperti Once
upon a Time in China (dibintangi Jetli), Police Story (Jacky Chan), dan film
China lainnya.
4.
Agama dan kepercayaan
Agama mayoritas yang dipeluk oleh suku Tionghoa adalah Budha dan Nasrani.
Tapi ada juga yang muslim. Kebanyakan mereka adalah keturunan suku Hui dari
China. Ada juga yang memeluk Konghucu. Sebenarnya, konghucu bukanlah sebuah
agama. Karena dalam agama konghucu tidaklah memiliki kitab suci. Konghucu lebih
terlihat sebagai jalan hidup atau way of life orang China yang dibuat oleh
Konfucius/孔子 (kongzi
=> dibaca gung-ce). Selain itu ada juga yang melaksanakan Taoisme. Way of
life yang dibuat oleh Lao-tse/ 道士 (daoshi
=> dibaca dao-se).
5.
Sistem kemasyarakatan
a.
Stratifikasi sosial
-
Dalam masyarakat orang Tionghoa di Indonsia ada
perbedaaan antara lapisan buruh dan lapisan majikan, golongan orang miskin dan
golongan orang kaya.
-
Tionghoa
peranakan yang kebanyakan terdiri dari orang Hokkien, merasa dirinya lebih
tinggi dari Tionghoa Totok karena menganggap Tionghoa Totok umumnya berasal
dari kuli dan buruh. Sebaliknya Tionghoa Totok memandang rendah Tionghoa
Peranakan karena mereka dianggap mempunyai darah campuran.
-
Sekarang ini, dengan adanya pemisahan pendidikan
bagi anak-anak Tionghoa menyebabkan anggapan bahwa orang yang tidak segolongan
dengannya sebagai golongan rendah. Dengan kata lain, stratifikasi sosial orang
Tionghoa di Indonesia berdasarkan perbedaan tingkat dan tingkat kekayaannya. Tapi
untuk saat ini penggolongan tersebut sudah tidak ada lagi karena orang Tionghoa
sudah berbaur. Bahkan mereka sudah banyak yang tidak bersekolah di sekolah
khusus China lagi.
6.
Tradisi dan Budaya
a.
Budaya minum teh Tionghoa
Budaya ini mirip dengan upacara minum teh
di Jepang.
b.
Memasang gambar dewa penjaga pintu
Dewa penjaga pintu ini sebenarnya adalah
dua orang jenderal yang diutus oleh kaisar Li Shimin agar arwah raja naga yang
berniat membunuh kaisar tidak berani masuk. Jika anda penggemar sinetron
mandarin zaman dulu yang berjudul “Kera Sakti”, anda pasti akan tahu.
c.
Imlek
Imlek adalah perayaan masuknya tahun baru
dengan pedoman bulan. Pada saat imlek, orang Tionghoa biasanya melaksanakan
tradisi pulang kampung sama seperti muslim Indonesia saat Idul Fitri. Suku Tionghoa
biasanya makan kue bulan, bagi-bagi angpau (amplop merah yang berisi uang),
membunyikan petasan, atraksi barongsai dan liong, dan menyalakan lentera.
d.
Memakan Yuan Xiao(元宵)
Yuan xiao adalah memakai nasi yang lengket dengan diberi isi,
seperti tepung kacang, bijan, daging ikan, dan lainnya. Yuan Xiao dipadatkan
dengan diremas-remas lalu dibungkus daun bambu. Sehingga bisa menghasilkan kue
nasi lengket yang hampir bulat dan dapat dimakan.
Memakan ini merupakan simbol kekuatan dan persatuan. Anda bisa
melihatnya pada film Red Cliff 2.
7.
Pakaian adat
Pakaian
adat suku Tionghoa disebut baju doudu. Lalu ada juga sepatu yang disebut dengan
sepatu harimau. Dan pakaian khas yang dipakai oleh wanita Tionghoa yang disebut
dengan Cheongsam.
Ringkasan Budaya Papua
Kali ini saya akan membahas tentang suku terakhir yang saya
dan kelompok saya presentasikan pada saat makul Budaya Nusantara. Suku tersebut
adalah suku Papua. Suku yang berada di wilayah paling timur Indonesia. Mereka adalah
suku yang paling berbeda secara fisik dengan suku-suku lain di wilayah
Indonesia. Penampilan fisik mereka yang paling khas adalah berkulit hitam dan
berambut keriting. Namun, karena penampilan fisik mereka yang khas tersebut dan
keteguhan mereka dalam menjaga adat, banyak orang yang kurang menghormati
mereka. Sikap rasis ini mirip dengan konflik rasial antara kulit putih dan
kulit hitam yang terjadi di Amerika.
Mungkin selama ini kita mengetahui Papua hanya karena
koteka, tarian etniknya, perang antar suku, dan puncak Jaya. Itu masih sedikit
dari kebudayaan Papua yang sangat banyak. Saya akan mencoba sedikit
menjabarkannya dengan dasar presentasi kelompok saya dan tambahan sedikit dari
saya sendiri. Jika ada kesalahan, silahkan dikoreksi ya.
Budaya Papua
1.
Sejarah
Kata Papua dalam bahasa melayu artinya adalah rambut keriting. Pada saat
Papua masuk ke wilayah Indonesia (sebelumnya Belanda sempat mendudukinya pada
zaman setelah kemerdekaan), nama daerah tersebut sempat berubah menjadi Irian
yang menurut bahasa Merauke artinya adalah bangsa yang utama. Tapi ada juga
yang memelesetkannya menjadi Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Penduduk
asli yang mendiami pulau Papua sebagian
besar termasuk ras suku Melanesian, karena ciri-ciri seperti warna kulit,
rambut, warna rambut yang sama dengan penduduk asli di bagian utara, tengah dan
selatan yang memiliki ciri-ciri tersebut. Di bagian barat (Sorong dan Fak Fak)
penduduk di daerah pantai mempunyai ciri yang sama dengan penduduk di kepulauan
Maluku, sedangkan penduduk asli di pedalaman mempunyai persamaan dengan
penduduk asli di bagian tengah dan selatan.
Banyak teori tentang masuknya suku Papua di Indonesia. Teori pertama
menyatakan bahwa Papua adalah bangsa Proto-Melanesia yang masuk secara
bergelombang ke wilayah itu. Selanjutnya berdatangan pula Bangsa Asia
Paleo-Mongoloid dan bangsa-bangsa Negro serta Weddid ke Indonesia.
Teori kedua menyatakan bahwa bangsa Papua berasal dari migrasi yang
dilakukan oleh ras austroloid dari daerah australia pada waktu asia dan
australia masih bersatu dalam paparan sahul.
Sedangkan teori ketiga menyatakan bahwa suku Papua juga berasal dari ras
negroid yang berasal dari afrika. Para ahli memperkirakan mereka melakukan
migrasi pada tahun 2000 SM
2.
Lokasi
Suku Papua mendiami bagian barat pulau paling timur Indonesia yang diberi
nama Papua. Papua merupakan daerah yang sangat luas dengan kondisi geografis
yang bervariasi. Ada dataran rendah, pantai, sabana, bahkan tanah paling tinggi
di Indonesia ada di pulau ini. Hal itu yang menyebabkan beraneka ragamnya
budaya suku-suku di Papua.
3.
Tipe masyarakat
Tipe masyarakat Papua ada tiga. Yaitu:
a.
penduduk lembah-lembah di Pegunungan Tengah yang
hidup dalam rumah-rumah besar dalam hubungan-hubungan keluarga luas. Mata
pencaharian hidup yang pokok adalah bercocok tanam ubi dan keladi di
ladang-ladang. Teknologi untuk membuat alat-alat hidup mereka masih asal zaman
batu. Contoh masyarakat tipe ini adalah orang Dani.
b.
penduduk desa-desa di bagian pedalaman di daerah
hulu sungai-sungai, biasanya hidup dalam rumah-rumah besar dalam hubungan
keluarga-keluarga luas (rata-rata 10-15 individu). Mata pencaharian mereka
adalah meramu sagu dan berburu. Berburu dan mencari ikan di sungai merupakan
pekerjaan sambilan. Contoh dari masyarakat ini adalah penduduk danau-danau,
Papua bagian Utara.
c.
penduduk desa-desa di hilir dan muara-muara
sungai dan penduduk pantai serta penduduk kepulauan. Mereka ini hidup dalam
rumah-rumah kecil dalam hubungan keluarga-keluarga batih kecil yang bersifat
amat individualistis. Mata pencaharian hidupnya adalah meramu sagu, berburu,
berkebun dan mencari ikan dipantai atau di laut. Contoh masyarakat ini adalah
penduduk Pantai Utara.
4.
Mata pencaharian
Untuk suku Papua yang masih di pedalaman, kebanyakan suku Papua bekerja
sebagai nelayan, meramu sagu, berburu, berkebun, dan bekerja di produksi kopra
rakyat.
5.
Sistem kemasyarakatan dan agama
a. Sistem Masyarakat Tor atau Bgu
mengenal beberapa tokoh adat
diantaranya :
-
Dmartemtua atau dmar, tokoh adat ini bertugas
memelihara benda-benda suci yang di simpan di dalam nar atau belai-balai
keramat dan memimpin upacara-upacara keagamaan yang ada sangkut pautnya dengan
pemeliharaan benda-benda suci tersebut.
-
Ondowafi, tokoh adat ini tugasnya mengawasi
pembukaan tanah ulayat oleh pengembang menyaksikan transaksi tanah atau
hutan–hutan sagu dan sebagainya.
-
Korano, tokoh adat ini dianggap sebagai orang
yang bertugas meneruskan perintah dan instruksi dari pemerintah, tokoh adat ini
harus bisa membaca dan berpengalaman berhubungan dengan orang luar.
b. sistem masyarakat dani
Suku Dani tinggal dalam
kelompok-kelompok yang masih memiliki hubungan kekerabatan dalam sebuah
usilimo/sili. Beberapa sili yang berdekatan biasanya memiliki kedekatan
hubungan kekerabatan. Kelompok sili yang terbentuk karena hubungan darah atau
yang terbentuk atas dasar persatuan teritorial dan politik membentuk
kampung. Kampung dipimpin oleh seorang Kepala Suku didampingi seorang
Panglima Perang.
Teritorial permukiman Suku Dani
terbagi atas tiga wilayah. Daerah terluar adalah hutan di bawah “kewenangan
pengelolaan” suatu suku. Batas pengelolaan kedua adalah ladang. Yang ketiga
adalah Usilimo/sili merupakan zona inti permukiman Dani, yang dihuni oleh
sebuah keluarga. Usilimo terbentuk dari hutan yang sudah dibuka, diolah dan
ditata menurut jalinan potensi alam dan sosial budaya lokal.
Sebagian besar penduduk Papua
adalah pemeluk agama Kristen. Namun selain agama Kristen ini, penduduk Papua
juga ada yang memeluk agama Islam ataupun Katolik. Sebuah pulau yang terletak di teluk Doreh, selatan
Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat menjadi sebuah titik penting
penyebaran agama Kristen di Papua. Pulau tersebut bernama pulau Mansinam. Sedangkan
agama islam banyak dianut oleh penduduk asli papua di daerah fakfak dan sorong.
6.
Pernikahan
Orang Papua (Biak) mengusut keturunannya melalui garis ayah, jadi
bersifat patrilineal. Sedangkan tipe pokok kekerabatan yang dianut menuurut
pembagian yang dibuat oleh Murdock adalah sistem Iroquois, yaitu penggunaan
satu istilah yang sama untuk menyebut kelas kerabat tertentu. Misalnya istilah naek digunakan untuk saudara-saudara
kandung dengan sudara-saudara sepupu paralel (anak-anak saudar laki-laki ayah,
dan anak-anak dari saudara perempuan ibu), yang berbeda dari istilah napirem untuk menyebut semua saudara
sepupu silang (anak-anak dari saudara perempuan ayah dan anak-anak dari saudara
laki-laki ibu) pada generasi Ego. Kecuali itu semua saudara laki-laki ayah
disebut juga dengan istilah ayah, kma, dan semua saudara perempuan ibu disebut,
sna. Sebaliknya semua saudara perempuan ayah disebut bibi, dan semua saudara
laki-laki ibu disebut paman.
Dalam kaitannya dengan pengklasifikasian anggota kerabat seperti tersebut
di atas adalah adanya larangan perkawinan antara saudara-saudara sepupu, baik
saudara-saudara sepupu sejajar maupun saudara-saudara silang. Larangan tersebut
merupakan ketentuan adat yang menetapkan perkawinan tersebut sebagai perkawinan
incest.
Jenis-jenis pernikahan adat di Papua adalah sebagai berikut:
a.
Perkawinan Murni (Farbakbuk Bekaku)
Jenis perkawinan ini
dipandang sangat terhormat dikalangan masyarakat biak karena memenuhi
syarat-syarat utama norma adat byak. Terdapat penonjolan harta kekayaan ,
kemampuan memberi mas kawin, disiplin dalam soal tepat waktu melunasi maskawin
dalam pelaksanaan pesta perkawinan adat yang bersangkutan.
b.
Kawin Lari ( Parbakbuk Bebur)
Jenis perkawinan ini
terlaksana sebagai wujud dari niat seorang laki-laki / atau perempuan tidak
direstui oleh pihak keluarga karena pihak keluarga mempunyai calon lain diluar
keinginan kedua orang tersebut. Bila terjadi seperti itu, maka wanita yang mengambil
keputusan lari kawin disebut Farbakbuk Bin Berbur perempuan yang lari kawin).
Sebaliknya kalau wanita (perempuan) tidak berani lari kawin, maka laki – laki
yang mengambil inisiatif merampas wanita tersebut dari keluarganya disebut
Farbakbuk Pasposer ( perkawinan karena perampasan), Perkawinan adat, jenis ini
prosedurnya jauh berbeda dengan proses perkawinan tersebut diatas karena
sifatnya terpaksa dan mengundang emosi keluarga pihak perempuan, maka biasanya
maskawin yang diminta oleh pihak perempuan pun mahal (Dua kali lipat) karena
sanksi adat.
c.
Perkawinan Pergantian Tungku (Farbakbuk
Kinkafsr)
Jenis perkawinan ini dapat
di setujui kalangan masyarakat adat Biak untuk diberlakukan khusus bagi
seseorang laki-laki yang apabila istri pertamanya telah meninggal, maka adik
kandung yang sudah genap usia kawin, dibenarkan kawin dengan kakak iparnya agar
hubungan kekeluargaan yang ada tetap berlangsung terus. Proses perkawinannya,
biasanya tidak diacarakan tetapi langsung menjadi istri (Suami – Isteri) artinya
cukup dengan mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga yang bensangkutan
dan maskawinnya terserah dan kepada kemampuan pihak keluarga laki-laki dan
tidak dipaksakan.
d.
Perkawinan Pengganti Korban Pembunuhan
(Farbakbuk Bin Babyak)
Jenis perkawinan ini dikalangan
masyarakat Biak termasuk perkawinan luar biasa.Karena wanita diberikan oleh
keluarga pihak pelaku pembunuhan kepada pihak keluarga yang menjadi korban
sebagai pengganti dengan maksud agar wanita tersebut kelak dalam perkawinannya
melahirkan seorang anak sebagai pengganti korban dan selain dari itu berfungsi
sebagai alat perdamaian dan sekaligus mengikat hubungan kekeluargaan diantara
kedua keluarga yang bersangkutan serta menghilangkan dendam kusumat. Proses
perkawinan adat ditiadakan termasuk maskawinnya dengan catatan bila dikemudian
hari bila melahirkan seorang anak wanita dan ada maskawin, maka maskawinnya
separuh / sebagian diberikan kepada keluarga korban sebagai tanda.
e.
Perkawinan Hadiah Perampasan Sebagai Budak
(Tarbakbuk Women)
Jenis perkawinan ini ada
pada masyarakat Biak tempo dulu.
Sekarang sudah tidak ada lagi, dan mungkin sekali masih terdapat
dikalangan masyarakat didaerah terpencil dipedalaman Papua atau didaerah-daerah
terisolir pada lembah-lembah barisan pegunungan tengah Papua. Jenis perkawinan
ini dikalangan masyarakat byak “tempo doeloe” terjadi bila marga-marga disuatu
kampung menyerang kampung lain karena suatu sebab khusus, sebab khusus itu
antara lain: Kampung itu pernah diserang
oleh kampung yang bersangkutan (Balas dendam). Kampung yang bersangkutan
dicurigai sebagai mata-mata yang memudahkan kampung mereka diserang. Kampung
yang bersangkutan dinilai berpeluang potensi ekonomis. Kampung yang
bersangkutan dinilai letaknya strategis guna mengatur teknik penyerangan dan
darat maupun dan laut.
Proses pernikahan tiap suku pun berbeda-beda. Di sini saya mengambil dua
contoh. Yaitu suku Biak dan Dani.
a.
Biak
-
PEMINANGAN (FAKFUKEN)
Pada
tahap awal ini paman dan tante dan anak laki-laki calon suami melakukan
pendekatan dengan keluarga pihak perempuan calon istri untuk menyampaikan niat
keluarga laki-laki dan aturannya harus 3 (tiga) kali datang meminang.
-
MASKAWIN (ARAREM)
Setelah
melalui tahap peminangan adalah
penentuan besarnya maskawin pada masyarakat biak yang disesuaikan dengan
beberapa kriteria yaitu: Jumlah besar atau kecilnya keluarga perempuan, Status
sosial yang disandang keluarga perempuan, dan Kecantikan / kepribadian/
perawan.
-
PROSES PENYERAHAN MASKAWIN (YAKYAKER ARAREM).
Pada
tahap ini maskawin diantar kekeluarga perempuan melalui suatu upacara arak-arakan
yang disertai tari dan lagu Penyerahan maskawin dibagi dalam 2 (Dua) bagian
yaitu: Bagian I dari Om / Tante / Familie dalam satu barisan tersendiri yang
bertanggung jawab menyerahkan bagian dari maskawin yang disebut “Abobes Kapar”
(Lepas pendong) kepada ibu kandung dan anak perempuan. Bagian II terdiri dari
maskawin “Baken” (Inti) berada dalam satu barisan yang terdiri anggota keret /
anggota keret lain yang terkait hubungan kekerabatan.
-
PERNIKAHAN (WAFWOFER)
Sebelum
menikah ada proses upacara inisiasi (Ramrem), untuk mendapatkan restu keluarga
(Legalitas). Setelah tahap ini, kedua mempelai laki-laki dan perempuan
dipersatukan dan upacara penikahan ( Waiwofer) diberlakukan oleh sesorang tua
adat / keret atau oleh seseorang mananwir (Kepala keret / marga / clen) dengan
cara meniup asap rokok keatas tangan calon suami-isteri yang sedang berjabat
tangan sambil mengucapkan kata-kata pengukuhan nikah adat di hadapan kedua
calon suami-isteri, dihadapan keluarga kedua pihak dan disaksikan “TUHAN DI SORGA”
DAN BUMI YANG DIPIJAK, nikah adat ( Wafwofer) ini dinyatakan sah dan tidak
dibenarkan untuk dibubarkan oleh siapapun dengan alasan apapun.
-
UPACARA PENYERAHAN PEREMPUAN (CALON ISTERI)
KEPADA LAKI-LAKI (CALON SUAMI) (YAKYAKER).
Keluarga
membawa pulang istri kembali kerumah, kemudian keluarga pihak perempuan sudah
menyiapkan harta benda keluarga / keret berupa “Perabot rumah tangga” sebagai
oleh – oleh perempuan, lalu upacara penyerahan kembali perempuan oleh keluarga
perempuan kepada suami , proses ini disebut “Yakyaker tahap pertama (I).
Biasanya tahap ini berlangsung cepat dan tidak perlu diadakan pesta khusus lagi
dan dengan demikian maka istri tersebut secara resmi menjadi milik laki-laki
Suami dan keluarganya untuk selama-lamanya dengan status isteri sah.
-
UPACARA PESTA ADAT (WOR)
Tahapakhir
dari proses perkawinan (Farbakbuk) adat biak yang dilalui setelah “rumah tangga
baru” ini berlangsung beberapa waktu lamanya. Biasanya kedua pasang
suami/isteri sudah mendapat anak-anak maka kepada Suami dan keluarganya wajib
memberi ongkos tertentu berupa “makanan dan minuman” khas biak (keladi , bete,
petatas, sayuran, ikan, daging babi, dan lain-lain sejenis) serta pula benda
berharga lain.
b.
Dani
-
Lamaran oleh ayah namun saudara-saudaranya yang
menyampaikan kata-kata penerimaan lamaran itu.
-
PESTA BABI
Kira-kira satu bulan sebelum pesta itu keluarga pemuda menghadiahkan
beberapa ekor babi kepada saudara gadis itu; babi-babi itu kemudian diteruskan
kepada saudara ibu gadis itu. Sisanya akan disembelih pada hari-hari pesta itu.
-
Pemimpin mengambil sepotong kecil daging babi
dan membuat suatu garis di antara payudara gadis itu. Dia menyebutkan beberapa
jenis udang, yang selama pesta itu tidak boleh dimakan oleh gadis itu. Kemudian
dengan sebuah batu panas dia menyentuh daging, yang sudah ditentukan untuk
gadis itu guna mencegah dia jangan sampai menjadi sakit.
Kalau makanan sudah masak maka berlangsunglah penyerahan hadiah-hadiah
kepada gadis-gadis itu di halaman di depan rumah kaum pria; hadiah-hadiah itu
ditumpangkan di kepala gadis-gadis itu, sampai-sampai mereka seperti tertimbun
hadiah-hadiah itu.
-
Sebagian dari daging, yang bercucuran tetesan
lemak ditaruh di muka gadis-gadis yang duduk berkeliling di dalam dapur. Daging
itu lalu dipotong-potong dan diberi kepada ayah para mempelai perempuan dan
para pemberi jala-jala dan pita-pita dengan menyebutkan nama-nama mereka.
Menjelang malam hari gadis-gadis itu memakai tali manik-manik yang ketat yang
menjadi penutup aurat dan menerima tongkat penggali yang baru. Mulai sekarang
mereka disapa dengan perkataan "wanita yang sudah menikah".
-
Mempelai diarak ke rumah ibu suaminya. Beberapa
saat kemudian para pengantar kembali ke rumah. Baru beberapa hari kemudian
suaminya datang. Mereka duduk bersama-sama, saling memberi makan dan dengan itu
terbukalah peluang untuk adanya hubungan yang intim.
7.
Upacara kematian
a.
Upacara Kematian Masyarakat Tor atau Bgu
Masyarakat pantai utara
percaya bahwa jiwa orang mati akan melepaskan dari tubuh menjadi roh secara
berangsur-angsur. Dalam proses itu ia masih berada di sekitar rumah tepat
tinggalnya. Itulah sebabnya keluarga orang yang meninggal diasingkan dalam
rumah supaya tidak menulari masyarakat sekitar dengan nuansa kematian dari
orang yang meninggal itu. Setelah kepka lepas, maka ia akan pergi ke alam baka
yang dipercaya berupa suatu gunung yang bernama gunung Tardongasau.
b.
Upacara Kematian Masyarakat Dani
Menurut adat masyarakat suku
Dani, jenazah orang yang meninggal tidak dikuburkan, namun dikremasi atau
dibakar dengan upacara adat. Upacara adat ini biasanya berlangsung selama 40
hari, yang dilakukan di halaman Sili atau di depan Pilamo.
Sebelum dibakar famili
terdekat memotong jari dan telinga sebagai tanda berkabung, dan nanti
dikumpulkan bersama-sama abu jenazah yang dibungkus dengan kulit kayu, kemudian
digantung. Pembakaran mayat sampai kini masih berlaku, kecuali pemeluk agama
Kristen. Mereka menanam abu jenazah ke dalam lobang yang digali di tempat itu
juga dan sekitarnya ditanami bunga-bungaan.
Selama upacara adat ini
berlangsung, sejumlah hewan dikorbankan kemudian bagian ekor dan telinganya
dipotong dengan sebilah bambu, yang kemudian ditempatkan di dalam Honai,
sebagai simbol dari leluhur (sumber kehidupan, kebudayaan, kesuburan dan
keselamatan).
Tubuh mereka dibaluri dengan
tanah liat merah, sebagai tanda duka yang dalam atas berpulangnya orang yang
mereka cintai.
Ada
pula yang diawetkan dijadikan mumi. Biasanya hanya orang-orang tertentu yang
berhak dimumikan. Seperti orang yang dianggap pahlawan, karena banyak berjasa
dalam perang antar suku sepanjang hidupnya. Bisa jadi mereka adalah kepala suku
atau panglima perang.
8.
Upacara Barapen (bakar batu)
Upacara ini dilaksanakan dalam acara-acara adat mulai dari simbol
perdamaian saat terjadi perang antar suku sampai peresmian gedung dan pesta
adat lainnya
Prosesnya:
-
Batu dibakar hingga panas
-
Batu yang sudah panas dimasukkan dalam lubang
yang sudah dialasi daun pisang,lalu ditutup dengan daun pisang lagi, lalu bahan
makanan dimasukkan, ditutup dengan daun pisang,lalu ditaruh batu lagi di
atasnya
-
Setelah matang, makanan dibagikan dan dimakan
bersama
9.
Pakaian adat
Suku Papua memiliki rumah adat yang bernama honai. Di dalam rumah adat
tersebut, satu keluarga tinggal bersama hewan peliharaannya (babi). Bangunan
honai berbentuk silinder diperuntukkan sebagai tempat ngeriung (di lantai
bawah) dan tidur (di lantai atas). Berpintu satu dan memiliki perapian di
tengah-tengah sebagai penghangat ruangan. Baik lantai atas maupun bawah
ketinggiannya tidak sampai setinggi orang dewasa sehingga penghuni dewasa harus
berjalan dengan membungkuk. Untuk menuju lantai atas disediakan tangga.
Satu-satunya penerangan hanyalah bara perapian. Bentuk bulat honai dimaksudkan
untuk menahan terpaan angin yang kencang dan gempa yang sering menimpa daerah
Jayawijaya.
Selain rumah adat, pakaian suku-suku di Papua juga khas. Kebanyakan berbentuk
cawat untuk menutup aurat laki-laki maupun perempuan. Sedangkan sebagai bra,
biasanya mereka membuatnya dari anyaman daun sagu muda yang disebut peni atau
samsur. Tali pengikatnya dibuat dari akar pandan, disebut tali bow. Dan peni,
dahulu, hanya dipakai oleh istri panglima perang. Yang paling khas lagi adalah
suku Dani. Untuk kaum lelakinya, mereka hanya mengenakan penutup kemaluan yang
disebut dengan nama koteka. Koteka dibuat dari kalabasah, sejenis labu Cina. Ada
tiga pola penggunaan koteka, yaitu tegak lurus: menandakan bahwa pemakainya
adalah "pria sejati". Makna simbolik lainnya mengisyaratkan, pria
yang memakainya masih perjaka. Jika koteka tersebut miring ke samping kanan
memiliki makna simbol kejantanan, bermakna bahwa penggunanya adalah pria gagah
berani, laki-laki sejati, pemilik harta kekayaan yang melimpah, memiliki status
sosial yang tinggi atau mempunyai kedudukan sebagai bangsawan. Miring ke kanan
menandakan kekuatan bekerja, keterampilan memipin, dan pengayom rakyat. Sedangkan,
jika miring ke samping kiri memiliki makna pria dewasa yang berasal dari
golongan menengah dan memiliki sifat kejantanan sejati. Juga menunjukkan
pemakainya adalah keturunan Panglima Perang (apendabogur).
Selain itu, suku Papua juga memiliki tas khas yang telah diresmikan PBB
sebagai salah satu warisan dunia yaitu noken.
10.
Tari dan musik
Papua memiliki beberapa tarian tradisional. Tarian yang mereka miliki
diantaranya adalah tari perang, tari yosi pancar, tari gatsi, dan tari ular.
Sedangkan untuk produk budaya dalam bidang musik, mereka mempunyai alat
musik yang khas seperti tifa, harpa
mulut(terbuat dari bahan bambu. Dibuat dua lubang irisan sepanjang sepotong
batang bambu sampai di bagian simpulnya. Lubang irisan di tengah adalah yang
terpendek dan tersempit. Bagian sisi harpa yang tersempit digulung dengan tali
serat, mungkin serat kulit kayu, agar keseluruhan alat tetap utuh tak
berantakan. Pada sisi harpa yang terlebar terpasang seutas tali pendek untuk
menghasilkan nada-nada bervariasi. Harpa mulut ditempatkan di mulut dan harus
ditiup untuk menghasilkan bunyi. Di masa lampau fungsi sebuah harpa mulut
adalah untuk memberitahukan kepada seorang gadis bahwa dia sedang digemari),
dan sneelhorn (terompet khas Papua). Mereka
juga memiliki lagu daerah yang sangat terkenal dan bahkan sudah tersebar di
seluruh Indonesia. Diantaranya adalah apuse
dan yamko rambe yamko.
11.
Perang
Berbicara tentang budaya Papua, berarti berbicara tentang perang. Karena perang
antar suku merupakan budaya yang bisa dibilang lumrah terjadi di Papua. Perang biasanya
terjadi karena pelanggaran adat atau karena babi. Dalam budaya Papua, babi
merupakan hewan peliharaan yang hampir pasti tiap rumah memilikinya. Jika babi
milik satu sudah terlalu banyak dan babi suku tersebut ketahuan berada di
wilayah suku lain, mereka bisa saja berperang karena hal tersebut. Dan jika
mereka sudah berperang, jumlah korban tiap suku harus sama. Jika jumlah korban
tetap tidak sama dan dicapai kesepakatan damai, mereka biasanya berkumpul
bersama untuk melaksanakan upacara bakar batu/barapen. Dalam upacara tersebut, babi-babi tersebut akan dibakar
sehingga jumlah babi pun berkurang.
Karena perang menjadi budaya orang Papua, maka seni persenjataan adalah
hal yang pasti berkembang. Senjata-senjata yang mereka gunakan biasanya adalah
tombak, panah, dan belati.
12.
Kuliner
Kuliner paling khas dari Papua adalah papeda.
Papeda atau bubur sagu, merupakan
makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua
daerah di Maluku dan Papua. Papeda dibuat dari tepung sagu. Papeda biasanya disantap bersama kuah
kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan
jeruk nipis. Mayoritas makanan Papua adalah olahan ikan sesuai lokasinya yang
dekat laut.
13.
Isu Papua saat ini
Papua saat ini memiliki banyak isu yang harus diluruskan. Isu-isu
tersebut diantaranya adalah:
a.
Separatisme
Akar separatisme di Papua adalah
ketidakadilan. Sebagaimana penyebab separatisme di tempat lain, ketidakadilan
distribusi pendapatan adalah hal yang sangat jelas terlihat di Papua. Seperti yang
kita tahu, Papua adalah tanah yang kaya. Hal ini terlihat dengan makmurnya
Freeport yang telah lama bercokol di Tembagapura. Freeport semakin kaya tapi
masyarakat di sekitar daerah tersebut malah tidak ada kelihatan makmurnya. Efek
dari penambangan tersebut adalah rusaknya ekosistem alam di sekitar area
penambangan tersebut. Padahal orang Papua biasa mencari nafkah di sekitar area
penambangan tersebut seperti dengan berburu atau mencari ikan. Tapi karena
rusaknya hal tersebut, akhirnya mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah yang
memicu timbulnya separatisme di Papua.
Selain hal di atas, ada juga yang beropini
bahwa separatisme tersebut sengaja ditimbulkan oleh Amerika. Karena dengan
terpisahnya Papua dari Indonesia, Amerika akan semakin mudah untuk mengontrol
kekayaan alam Papua.
b.
Kesehatan
Kesehatan masyarakat Papua termasuk yang
buruk di Indonesia. Hal tersebut merupakan dampak modernisasi lingkungan
seksual Papua di antaranya komersialisasi hubungan seksual, konsep dan perilaku
baru, perubahan struktur perkawinan dan tanggungjawab keluarga. Efek
modernisasi menyebabkan seks komersial lebih tersebar luas melalui mobilitas ke
kota. Ini didorong hal-hal baru seperti film porno dan minuman keras. Sebuah
penelitian yang dikomandoi Lesslie Butt Ph.d, seorang peneliti Aksi Stop AIDS
Family Health International (ASA/FHI) bekerja sama dengan United State Agency
for International Development (USAID) dan Lembaga Penelitian Universitas
Cendrawasih menggali hubungan antara rata-rata infeksi HIV/AIDS dan kebudayaan dan
perubahan sosial di Papua. Alasannya sejumlah penelitian menyebutkan bahwa 97
persen faktor penyebaran HIV/AIDS di Papua melalui hubungan seksual. Propinsi
ini memiliki prevalensi kasus HIV/AIDS paling tinggi di Indonesia.
Selain karena modernisasi lingkungan seksual
tersebut, adat khas Papua yang berkaitan dengan perang dan darah (seperti saat
pesta pernikahan atau kematian) juga berpengaruh. Karena seperti yang kita tahu
bahwa AIDS maupun HIV bisa menular melalui darah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
